Minggu, 01 Januari 2012

"Sistem Otot"



Sistem Otot

I. Embriologi Sistem Otot
Otot berasal dari lapisan:
1. Mesoderm, dibagi menjadi tiga tempat
a) Mesoderm Paraksial ( otot rangka ), membentuk:
1) Somit, membentuk otot dari oksipital ke sacral
2) Somitomer, membentuk otot di daerah kepala
b) Mesoderm Splanknik di usus (otot polos)
c) Mesoderm Splanknik di jantung (otot jantung )
2. Ectoderm, membentuk piala optic => otot iris

Otot rangka
Somit dan somitomer menjadi rangka aksial, dinding tubuh, anggota badan dan kepala.
• Somit berdiferensiasi menjadi sklerotom dan dermomiotom, sel miotom bergelondong menjadi mioblast, dan akhir bulan ke tiga terlihat serat lintang otot rangka.
• Somitomer ( 7 buah ) bergelondong menjadi mioblast . tapi strukturnya jarang karena tidak terpisah menjadi segmen sklerotom dan dermomiotom
Akhir minggu ke lima, miotom bersatu menjadi:
• Satu bagian dorsal (epimer) : otot ekstensor tulang belakang. Disarafi oleh Ramus Dorsalis Primer
• Satu bagian ventral yang lebih besar ( hipomer): otot flexor lateral & ventral. Disarafi oleh Ramus Ventralis Primer
• Mioblast dari hipomer servikal : otot skalenus, geniohioideus, M. paravertebrales
• Mioblast dari segmen thorak (ada 3 lapisan)
 Pada dada (masih mempertahankan cirri segmentalenya)
ü
o M. interkostalis eksterna
o M. interkostalis interna
o M. interkostalis bagian dalam/ M. transverses torakis
 Pada dinding perut (otot segmen bersatu membentuk lembar jaringan otot yang lebar)
ü
o M. oblikus eksternus
o M. oblikus interna
o M. transversus abdominis
• Ujung servikal hipomer membentuk kolom ventral memanjang
 Daerah perut : M. rektus Abdominis
ü
 Daerah leher : otot infra hioid
ü
 Daerah dada : biasanya menghilang, kadang-kadang menjadi M. sternalis
ü


Otot anggota badan
Minggu ke 7, terjadi pemadatan mesenkim (yang berasal dari sel dermomiotom somit) di dekat tunas anggota badan.
Otot terpecah menjadi:
• Komponen Ekstensor
Saraf: N. Radialis yang terbentuk melalui penggabungan cabang dorsal.
• Komponen Flexor
Saraf: N. Ulnaris dan medianus (penggabungan cabang ventral)


Regenerasi otot
o Otot skelet : masih mungkin dari mioblast
o Otot polos : sel otot polos miosis
o Otot jantung : sangat sulit, kalau ada kerusakan otot jantung biasanya dganti dengan jaringan ikat



II. Struktur Otot

A. Anatomi
1. Otot kepala
Otot Permukaan / otot mimik = mimetic muscle
- Otot kulit kepala
M. Epicranius = M. Occipito Frontalis
Terdiri dari :
1. 2 Venter Occipitalis
2. 2 Venter Frontalis
M. Occipitalis : menarik galea dan ikut menunjang M. Frontalis
M. Frontalis : - Mengangkat alis
- Menarik Scalp
Inervasi : N. VII
- Otot-otot disekitar telinga
M. Auricularis
M. Auricularis Ant Origo Fascia
M. Auricularis Post Temporalis
M. Auricularis Sup
Inervasi : N. VII
- Otot-otot disekitar hidung
M. Procerus ( M. Pyramidalis Nasi)
Fgs: Menurunkan sudut alis mata
M. Nasalis
Fgs: Menekan cartilago lateral
superior ala nasi
M. Depresor Septi (M. Dep. Ala nasi)
Fgs: mengecilkan lobang hidung
Persyarafan otot-otot diatas : N. VII
- Otot-otot disekitar mata
M. Orbicularis Oculi Pars Orbitalis, Palpebralis & Pars Lacrimalis (M.Tensor Tarsi)
Fgs: - Menutup Kelopak Mata (Pars orbitalis & Pars Palpebralis)
- Menekan Saccus lacrimalis à -membasahi mata (Pars Lacrimalis)
M. Corrugator Supercilii
Fungsi : Menarik alis mata kebawah medial
Otot-otot disekitar mata à persyarafan N VII
- Otot-otot Mata
Disebut juga otot-otot ekstra okuler
Fungsi : menggerakkan mata
Teridiri atas:
M. Rectus Superior (mengangkat & memutar cornea)
M. Rectus inferior ( menurunkan & memutar cornea)
3. M. Rectus Lateralis menggerakan lateral & medial
M. Rectus medialis
M. Obligus superior
M. Obligus inferioràmengerakkan cornea ke atas & lateral
-Otot-otot di sekitar mulut
M. Orbicularis Oris
M. Buccinator
1 & 2 Fgs: Menutup mulut
M. Levator labii sup alaeque nasi
M. Levator Labii Sup. à
3 – 4 berfgs:Menarik bibir atas ke cranial & depan
M. Zygomaticus Minor/Mayor
M. Levator Anguli Oris (M.Caninus)
5-6 à berfgs: Mengangkat sudut mulut waktu ketawa
M. Risorius
M. Depressor Anguli Oris
8-9 à berfgs: Menarik sudut mulut ke & lateral
M. Mentalis
M. Depressor Labii Inf à10 & 11
Menarik bibir bawah kearah caudalis
- Otot-otot pengunyah/Mm. Masticatorius
M. Temporalis
Fgs: - Elevasi & retraksi mandibula
M. Masseter
Fgs: Menutup rahang bawah
M. Pterygoideus Med & Lateral
Fgs: Membuka rahang bawah
Ke 3 otot ini diinervasi: N. V3

2. Otot-otot leher bagian depan
Lapisan pertama, lsg di permukaan kulit
Platysma
Otot-otot bagian tengah
 M. Sterno Cleido Mastoideus
Ø
M. sternocleidomastoideus berkontraksi à akan menarik proc. Mastoideus kearah bahu, yg berlawanan & pada waktu yg sama muka mengarah kearah yg berlawanan & agak menaik
Bila ke 2 berkontraksi, kepala à flexi
Otot-otot yg terletak bagian dalam
• Otot-otot Suprahyoid
M. Digastricus à 2 venter (Anterior & posterior)
Fungsi: membuka mulut
M. Stylohyoideus
Fungsi: Menarik Os. Hyoid ke depan & kebelakang
M. Mylohyoideus = M. Diaphragma Oris
Fungsi: proses menelan, membuka mulut
M. Geniohyoideus
Fungsi : Membuka mulut
• Otot-otot Infra hyoid
M. Sternohyoideum
M. Omohyoideus (1 & 2 depresi os hyoideum)
M. Sternothyroideus (depresi larynx)
M. Thyreohyodeus (elevasi larynx)

3. Otot-otot Prevertebralis
M. Scalenus Ant elevasi costae 1
M. Scalenus Medialis
M. Scalenus Dorsalis à elevasi costae 2
M. Longus cervicis
M. Longus Capitis
M. Rectus Capitis Ant
M. Rectus Capitis Lateralis

4. Otot Columna Vertebralis
Terdiri dari:
 Erector Spinae (otot yang menegakkan leher dan columna vertebralis)
ü
• Illiocostalis group
• Longissimus group
• Spinalis group
 Transversospinalis (otot yang menghubungkan dan menstabilkan)
ü
• Interspinales
• Intertransversalii
• Multifidus
• Rotators
• Semispinalis group
 otot extensor dan lateral flexor spinalis
ü
• quadrates Lumborum

5. Otot lengan
 Regio pektoralis
ü
M. pectoralis mayor (pars abdominal, sternal & clavicula)
Fgs: Adduksi & endorotasi lengan atas
M.pectoralis minor
Fgs: Menarik bahu ke depan & ke bawah
M. subclavius.
M. Serratus anterior

Ke 4 otot ini menghubungkan antara Extremitas superior dg ddg thorax
 Regio deltoidea
ü
 Regio skapularis
ü
• Penghubung lengan dengan collumna Vertebralis
M. Trapezius
M. Rhomboideus mayor & minor
M. Latissimus dorsi
M. Levator scapulae
• Penghubung Scapula dan Humerus
Teres mayor & minor
M. Subscapularis
M. Supraspinatus
M. Infraspinatus
M. Deltoideus
Berdasarkan pergerakan, otot gelang bahu dibagi menjadi:
Otot rotator superior
Otot rotator inferior
Otot elevator
Otot depressor
Rotator Cuff Muscle ( Otot Manset Rotator)=> menguatkan artikulasi gleno humerale, terdiri dari:
M. Subscapularis, rotator medial lengan. Cth: mengakhiri lemparan
M. Supraspinatus, abductor lengan. Cth: memulai lemparan
M. Infraspinalis & M. Teres Minor, rotator lateral lengan.
Cth:kurangi kecepatan ( slow-down) lengan untuk mengakhiri lemparan bola
 Regio axillaris
ü
 Regio brachii ( lengan atas )
ü
• Bagian Anterior
M. biceps brachii
Fgs: sbgi supinator lengan bawah
M. coracobrachialis 3. M. brachialis
Otot 2 & 3 à flexor kuat pd sendi siku
• Bagian Posterior
M. Triceps brachii (caput longum, lateral & medial)
Fgs à Extensor siku
 Regio antebrachii ( lengan bawah )
ü
• Bagian Anterior
 Kelompok superficial
Ø
m. pronator teres
m. flexor carpi radialis
m. flexor carpi ulnaris
m. palmaris longus
 Kelompok Intermediet
Ø
m. flexor digitorum superficialis
 Kelompok Profunda
Ø
m. flexor pollicis longus
m. flexor digitorum profundus
m. pronator quadratus
• Bagian Lateral
m. brachioradialis
m. extensor carpi radialis longus
• Bagian posterior
 Kelompok Posterior
Ø
m. extensor digitorum
m. anconeus
m Ext. carpi radialis brevis
m. ext. digiti minimi
m. ext. carpi ulnaris
 Kelompok Profunda
Ø
m. supinator
m. abd. pollicis longus
m. ext. pollicis longus
m. ext. indicis
Tendon otot lengan bawah:
Ditutupi oleh sarung tendon (sarung synovial)
Dipergelangan tangan fascia profunda membentuk berkas yang kuat dan liat disebut retinaculum yang melekatkan otot ke tulang
Permukaan depan ossa carpalia ditutupi oleh flexor retinaculum
Ruang antara flexor retinaculum dan ossa carpalia disebut carpal tunnel yang dilalui oleh otot, pembuluh darah dan saraf
 Regio manus
ü
 Otot Thenar
Ø
m. abd. Pollicis brevis
M. opponen pollicis
M. Adduktor pollicis.
m. flex. pollisis brevis
 Otot Hypothenar
Ø
m. abd. Digiti minimi
m. opponen digiti minimi
m. flex.digiti minimi
 Otot Mid Palmaris
Ø
m. palmaris brevis
m. lumbricales
m. interossea palmaris & dorsalis

6. Otot Rangka Badan
 Otot Dinding Thorak
ü
Serratus posterior superior
Serratus posterior interior
External intercostales
Transverses intercostales
Diaphragm
 Otot Dinding Perut
ü
External oblique (external abdominal oblique)
Internal oblique (internal abdominal oblique)
Transverses abdominis
Rectus abdominis

7. Otot extremitas inferior
 Region Glutea
ü
bagian anterior
fgs extensio lutut & flexi tungkai atas
bagian lateral
fgs abduksi tungkai atas
bagian posterior
fgs flexor lutut & extensor tungkai atas
bagian medial (r. femoris)
fgs adduksi tungkai atas
 Regio Femoris
ü
 Aterior
Ø
M. Iliopsoas
M. Sartorius
M. Quadriceps femoris, otot ekstensor tungkai bawah yg utama
m. rectus femoris
m. Vastus lateral
m. vastus medial
m. intermediet
 Medial
Ø
M. Adductor (magnus, longus & brevis)
M. Gracilis
M. pectineus
 Posterior
Ø
Hamstring Muscles à
M. Biceps femoris,
M. Semitendinosus
M. Semimembranosus
 Regio Cruris (tungkai bawah)
ü
 Anterior
Ø
Extensor Digitorum Longus
Extensor Hallucis Longus
Fibularis Tertius
Tibialis Anterior
 Lateral
Ø
Fibularis (peroneus) Brevis
Fibularis (peroneus) Longus
 Posterior
Ø
Gastrocnemius
Soleus
Plantaris
Flexor Digitorum Longus
Flexor Hallucis Longus
Tibialis Posterior
 Regio pedis
ü

Ada 4 lapisan:
 Otot lapisan pertama
Ø
M. Abductor Hallucis
M. Flexor Digiti Brevis
M. Abduktor Digiti Minimi
 Otot lapisan ke dua
Ø
M. Quadratus Plantae
M. Lumbricales
 Oto lapisan ke tiga
Ø
M. Flexor Hallucis Brevis
M. Adduktor Hallucis
M. Flexi Digiti Minimi
 Otot lapisan ke empat
Ø
Mm. Interossei


B. Histologi

1. Otot rangka/ otot skelet
• Bentuk silindris memanjang (10μm-100μm)
• Terdapat banyak nucleus yang terletak di tepi bawah membran
• Otot terdiri dari serabut yang bersatu dalam berkas yang disebut fesikel. Tiap serabut dipersarafi oleh 1 ujung saraf yang terletak di bagian tengah serabut. Serabut terdiri fari beribu myofibril
• Miofibril :
 Myosin (filament tebal) : 1.500
ü
o Disusun 200 mol. miosin.
o Kepala ; aktin” site “ dan ATP ase.
o Terdiri dari : 2 rantai polipeptida berat +
4 rantai polpeptida ringan.
 Aktin (filament tipis) : 3.000.
ü
o Di aktin ada à mol. F aktin ~ miosin “site”.
o Aktin terdiri dari 2 protein:
 Tropomiosin
Ø
 Troponin
Ø
Troponin I: afinitas yg kuat thdp aktin
Troponin T: afinitas yg kuat thdp tropomiosin
Troponin C: afinitas yg kuat thdp ion Ca+2
• Beberapa protein lain
 Protein filamentosa ( pada lempeng Z ) : melekatkan myofibril yang satu dengan yang lain
ü
 Protein berfilamen ( elastis ) : menahan aktin dan myosin agar berada di tempatnya
ü
• Sarkolema= lapisan tipis
• Antara diskus “ Z “ à 1 sarkomer
• Terdapat jaringan ikat fibrosa
 Epimisium: lapisi seluruh otot sampai ke fasia dalam
ü
 Perimisium: lapisi tiap fesikel
ü
 Endomisium : lapisi setiap serabut otot
ü
• Pemitaan (berdasar filament)

 Pita A (gelap): anisotropic/ mampu mempolarisasi cahaya. Terdiri dari aktin + myosin
ü
 Pita I (terang) : isotropic / nonpolarisasi. (aktin)
ü
 Garis z pertemuan ujung aktin 1 dengan yang lain
ü
 Zona H zona terang pada pita A (aktin tidak bersatu dengan myosin)
ü
 Garis M, membagi 2 pusat zona H
ü
 Sarkomer= jarak dari garis z yang 1 dengan yang lain
ü
• Otot skelet dapat dibedakan berdasarkan aktivitas beberapa enzyme
 Serabut otot merah (aerob)
ü
Lebih kecil
Banyak mengandung mitokondria berukuran besar
Lebih banyak mioglobin dan pembuluh darah antar serabut
Lempeng Z lebih tebal
Lebih besar daya tahan berkontraksi
 Serabut otot putih (anaeorb)
ü
 Serabut otot peralihan (campuran otot putih dan merah)
ü
• Volunter, dikontrol oleh Sistem Saraf Pusat
• Persarafan :
 Motorik : Motor End Plate
ü
 Sensorik : Muscle Spindle
ü
• Penyebaran :
 Menempel pada tulang
ü
 Diafragma
ü
 Beberapa organ lain : lidah, bibir, palpebra
ü

2. Otot polos
• Nucleus ditengah, 1 buah, agak eksetrik
• Tidak berlurik, berbentuk seperti kumparan
• Ukuran 20μm- 0,2mm, dengan ketebalan 6μm
• Dalam sarkoplasma terdapat miofibril
• Miofilamen :
 Myosin (filament tebal)
ü
 Aktin (filament tipis).
ü
Tropomiosin (+), troponin (- ).
Terdapat kalmodulin (sama dengan troponin pada aktin. Tapi cara picu kerjanya aja yang berbeda.
• Involunter
• Persarafan:
 Tipe multi unit: setiap sel mendapat akhiran saraf
ü
 Tipe visceral : seberkas sel otot mendapat satu ujung saraf, diteruskan melalui Gap Juntion
ü
• Saraf otonom:
 Simpatik : bersifat menghambat kerja
ü
 Parasimpatik : bersifat memperkuat kerja
ü
• Distribusi (penyebaran)
 Dinding organ berongga
ü
 Dinding duktus
ü & pembuluh
 Organ : kulit, limpa, penis
ü
Jenis otot polos berdasar cara terstimulasinya
• Otot polos unit ganda
 Neurogenik: membutuhkan stimulasi saraf agar berkontrkasi, sama dengan otot rangka
ü
 Tidak ada neuromuscular, cairan neurotransmitter hanya dialirkan ke dalam cairan yg mengelilingi sel otot polos
ü
Neurotransmitter : eksitasi dan inhibisi.( asetilkholin dan norepinefrin )
 Kontraksi juga dipengaruhi hormone
ü & obat2an
 Letak:
ü
o Jalan udara besar traktus respiratorik
o Dinding pembuluh darah
o Otot mata yang memfokuskan lensa& sesuaikan pupil
• Otot polos unit tunggal
 Miogenik : tidak perlu distimulasi untuk bergerak, punya listrik spontan
ü
 Sel disatukan oleh sambungan celah (Gap Juntion)
ü
 Yang mempengaruhi
ü
o Hormone
o Metabolic
o Peregangan mekanik
o Obat2an

3. Otot jantung
• Bentuk silindris, lurik dengan inti 1 di tengah dan dibungkus endomysium.
• Aktin mengandung troponin dan tropomiosin
• Sel-selnya bergabung membentuk serabut dengan batas yang disebut diskus intercalates.
Diskus interkalaris terdapat 2 struktur:
Pars Transversalis
Sebagai garis berkelok-krlok/berigi-rigi dengan struktur yang berbeda:
 Mirip struktur desmosom dengan celah 15-20 nm, mencakup daerah luas : Fascia Adherens
ü
 Mirip struktur Tight junction (celah 2 nm) untuk impuls
ü
Pars Lateralis
Mirip struktur Gap Juntionyang mencakup daerah luas.
• Tidak terbentuk Fasciculus
• Punya tubulus-T dan RE Sarkoplasma. Kontraksi dengan mekanise sliding filament
• Sbagian ion Ca+2 ,yang dilepaskan digunakan juga untuk memicu kontraksi, berasal dari cairan ekstra seluler
• Distribusi: dinding jantung dalam bentuk Myocardium
• Involunter



III. Fisiologi Sistem Otot
A. Kontraksi otot
• Peristiwa Sebelum Kotraksi
 Rangsangan pada plsmalemma didapat melalui impuls saraf pada Motor End Plate, atau rangsangan secara langsung
Ø
 Permeabilitas plasmalemma untuk Na berubah, sehingga terjadi depolarisasi
Ø
 Depolarisasi dirambatkan ke seluruh bagian plasmalemma, termasuk T Tubule
Ø
 Hubungan yang erat plasmalemma dari T Tubule dengan Sarcoplasma reticulum, mengakibatkan membrannya akan mengalami depolarisasi pula.
Ø
 Membrane sarcoplasmik akan mengalami perubahan permeabilitas ion Ca
Ø
 Ion Ca akan keluar dar sarcoplasmic reticulum, masuk sarkoplasma sehingga terjadi pergeseran aktin di antara miosin
Ø
• Mekanisme Kontraksi
 Teori Huxley: pada saat kontraksi, miofilamen aktin meluncur di antara miofilamen myosin
Ø
 Ujung-ujung miofilamen aktin akan saling mendekat, sehingga lempenf Z tertarik kea rah pertengahan sarkomer
Ø
 Selam pergeseran filament aktin, tahap demi tahap terjadi ikatan dengan kaitan pada myosin yang disusul dengan pelepasan ikatan
Ø
 Untuk bergeser maju, setelah terjadi ikatan antara aktin dan myosin, perlu dilepas dahulu. Untuk melepas ikatan diperlukan energy yang berasal dari penguraian mol.ATP
Ø
 Setelah ikat
Øan terlepas, aktin bergeser maju yang disusul oleh ikatan antara aktin dan myosin lagi
 Demikian lah seterusnya sampai ujung aktin makin mendekat
Ø

a) Kontraksi otot rangka
 Potensial aksi berjalan pada saraf motorik menuju serabut otot.
Ø
 Di setiap ujung, saraf menyeleksi substansi neotransmitter : asetilkolin
Ø
 Asetilkolin bekerja pada memebran serabut otot tertentu untuk membuka kanal “bergerbang asetilkolin” dan ion Na+ berdifusi ke bagian dalam membrane serabut otot, dan timbulkan potensial aksi di membrane.
Ø
 Potensial aksi menyebabkan depolarisasi membrane otot
Ø & banyak aliran listrik. (akibat RE Sarkoplasma melepaskan ion Ca2+
 Ion Ca2+, menimbulkan kekuatan menarik antara aktin dan myosin sehingga terjadi kontraksi ( interaksi jembatan silang filament myosin dengan filament aktin ).
Ø
 Kurang dari 1 s, ion Ca dipompa balik ke dalam RE Sarkoplasma oleh pompa membrane Ca2+. Ion inin dismpan sampai timbul potensial aksi otot yang baru lagi.
Ø
b) Kontraksi otot polos
Unit kontraksinya mirip dengan otot rangka, tapi tidak teratur seperti pada otot rangka.
 Kontraksinya diaktifkan oleh kombinasi ion Ca2+ dan Kalmodulin (sama dengan troponin pada aktin, tapi cara memicu kontraksinya beda)
Ø
 Kalmoludin aktifkan jembatan silang myosin,
Ø
 Ion Ca2+ berikatan dengan Kalmoludin, kemudian aktifkan Miosin Kinase ( enzyme yang lakukan fosforilasi )
ü
 Rantai ringan setiap kepala myosin terfosforilasi dan berikatan dengan aktin dan terjadi siklus tarikan berkala yang akan menimbulkan kontraksi otot
ü
 Penghentian. Bila ion Ca2+ berkurang, semua proses berbalik otomatis kecuali fosforilasi kepala myosin. Jadi, dibutuhkan enzim myosin fosfotase (pada cairan sel otot polos ) untuk fosfat dari rantai ringan pengatur dan kontraksi berhenti.
Ø
• Yang Menghambat Kontraksi
 Racun Corare : hambat kontraksi, hamper sama dengan asetilkolin
Ø
 Racun Botulinum : hambat pengeluaran asetilkolin (dihasilkan bakteri)
Ø
 Metacolin : sama dengan asetilkolin ( tapi kerja lama ) : obat
Ø
• Energy kontraksi
• Perubahan Ukuran Lempeng
 Pada saat kontraksi
Ø
Sarkomer memendek sehingga seluruh serabut memendek
Lempeng Z saling berdekatan jaraknya
Lempeng I menyempit
Lempeng A tidak berubah lebarnya
Lempeng H menyempit
 Pada saat relaksasi
Ø
Sarkomer kembali ke kedudukan semula
Lempeng Z menjauh
Lempeng I melebar
Lempeng A tidak berubah
Lempeng H kembali melebar

B. Metabolism Aerob/ Anaerob
 Metabolism Aerob ( butuh oksigen)
ü
• Lambat tapi efisien=> 36 mol ATP/mol glukosa
• C6H12O6 terurai sempurna→CO2+H2O+energy
• Tahap nya:
Glikolisis (pada sitoplasma)
Pemecahan 1 mol C6H12O6→2 mol as.piruvat+2ATP+2NADHacceptor H
Dekarboxilasi Oxidatif
2 as.piruvat→2 asetil COA+2 mol CO2+2 NADH
Siklus Kreb (mitokondria)
2as. piruvat→4 mol CO2 +6NADH+ ATP+ 2FADH2
Transfer electron (membrane mitokondria)
 Metabolisme Anaerob (tidak butuh oksigen)
ü
• Di sarkoplasma
• Cepat tapi tidak efisien=> 2 mol ATP/mol glukosa
• Terjadi bila kebutuhan O2 tubuh tidak mencukupi akibat kerja terlalu berat.
• Hasilkan asam laktat yang menyebabkan kram & kelelahan
C6H12O6→2CO2+2 as.laktat+2ATP
C6H12O6→2CO2+2C2H5OH(etanol)+2ATP

IV. Kelainan Otot 

Kelainan Kongenital
1. Penyebab
a. Idiophatic à Tidak / belum diketahui (40-60%)
b. Gangguan Genetik / chromosomal à 10%-15%
c. Lingkungan à 10%
 Gangguan pada lingkungan intrauterine (kandungan), seperti
Ø
 Gangguan nutrisi
Ø
 Pemakaian bahan kimia
Ø
 Gangguan panas
Ø
 Pengaruh radiasi
Ø
 Gangguan mekanik
Ø
 Pengaruh radiasi
Ø
 Anoksia
Ø
 Infeksi (TORCHES)
Ø
d. Multifaktor (genetik & Lingkungan ) à20%-25%

2. Bentuk-bentuk kelainan
a. Tidak terbentuk sama sekali (aplasia)
b. Terbentuk sebahagian (hypoplasia)
c. Terbentuk, tapi tidak normal (Displasia)
d. Terbentuk normal tapi fungsinya terganggu à Afungsi, Nonfungsi, Disfungsi atau Malfungsi
e. Terbentuk berlebihan (hypertropi/ gigantisme) mis polydactily (jari berlebih)
3. Jenis-jenis penyakit
a. Local
 Congenital Constriction Ring (Streeter’s Dysplasia)
Ø
Adanya jaringan melingkar spt cincin dibawah kulit
Etio /penyebab
o Unknown”
o Dugaan à ggn pertumbuhan jar.mesodermal
Lokasi : Tersering Tungkai Atas, Bawah
Bahaya /Komplikasi
o Gangguan aliran darah / kelenjer lympe
o Autoamputasi.
Terapi à Operasi à Release dengan Z Plasty
 Congenital Muscular Torticolis
Ø
Tortus àtwisted, Collumà“neck
Etio / penyebab
 Fibrosis /perlengketan otot sternocleido mastoideus
q
Gejala
 Leher bayi miring dan bisa teraba benjolan di setelah umur 2-3 minggu
q
Pengobatan à Sedini mungkin
 Manipulasi (Stretching)
q
 Operasi à tenotomi, jika menetap
q
 Scoliosis
Ø
Tulang belakang bengkok ke arah samping
Ditrunkan lebih banyak pada anak wanita
b. Umum
 Congenital Muscular Dystrophy (MD)
Ø
Kelainan otot bawaan (X linked resesive) dengan ciri –ciri kelemahaan dan pengecilan (distropi) otot seluruh tubuh
Pada otot terjadi à kekurangan dystrophin
Insidence 1 /3,500 kelahiran
Pembahagian ada beberapa type
Terbanyak : Type Duchene (pseudohipertrofik) à biasanya bertahan hanya sampai umur 20 years (kelemahan otot nafas)


Pengobatan à konservatif
 Spinal Muscular Atrophy (SMA)
Ø
Kelainan genetik pada motor neurons pada medula spinalis sehingga otot tubuh melemah dan mengecil terutama pada tangan dan tungkai
Pembahagian
o SMA type I, (Werdnig-Hoffmann)
 Dimulai sejak lahir dan bayi tak pernah bisa duduk (non-sitters)
§
o SMA type II
 Gejala muncul umur 6 - 18 bulan à anak bisa sampai duduk
§
o SMA type III (Kugelberg-Welander)
 Gejala muncul sesudah umur 18 bulan
§
 Myopathy
Ø
 Congenital Muscular Dystrophy (CMA)
Ø
c. Kelainan lainnya
 Prune Belly Syndrome
Ø
Tidak adanya Rectus Abdominis & bagian bawah serta medial Musculus Obliqus. Kandung kemih & ureter berdilatasi besar sekali. Ginjal kecil dan displastik. Hidronefrosis. Testis tidak lurus. Abdomen menonjol & dindingnya tipis karena aplasia (tidak berkembang) otot dinding perut.
 Hernia Abdominal
Ø
Kelainan pada dinding otot perut sehingga menyebabkan hernia (penonjolan organ melalui lubang abnormal). Cth: usus turun ke paha.
 Torticollis
Ø
 Distrofi otot
Ø
Kelainan otot pada anak karena penyakit kronik atau cacat bawaan.
Distrofi Muscular Duchene (pseudohipertrofik): terangkai kromosom X resesif sehingga pria punya kemungkinan besar terjangkit panyakit ini
Otot melemah, mulai dari pinggul, bahu,
Pseudohipertropi pada otot daerah betis
Penyebab lain: enzyme pada serabut otot meningkat drastic dalam serum
Ditrofi miotonik: autosomal dominan
Muncul setelah dewasa karena perkembangannya progresif, lama.
Diawalai dengan kelemahan otot ektremitas bagian distal
4. Pengobatan
a. Pengobatan pada orang tua
b. Pengobatan umum
c. Pertolongan pada keadaan umum
d. Pemakaian obat-obatan
e. Pengobatan lokal
f. Pemakaian alat bantu
g. Tindakan operasi
h. Fisioterapi
5. Pencegahan
a. Sebelum perkawinan (Mariage konseling)
b. Perawatan ibu hamil (prenatal care)
c. Pemeriksaan rutin
d. Mencegah minum alkohol, obat-obatan , smoking dll
e. Pemberian obat-obatan
f. Folic Acid supplementation
g. Zin

V. Pemeriksaan kelainan

A. Pemeriksaan prenatal (bayi dalam kandungan)
1. Usg ( 20 mg )
2. Screening maternal à alfa feto protein
3. Amniosentesis
4. Pemeriksaan vilus korionik
B. Pemeriksaan bayi sesudah lahir à umum / lokal
C. Pemeriksaan tambahan
1. Pemeriksaan rontgen
2. Pemeriksaan biokimia
3. Pemeriksaan biopsi
4. Pemeriksaan analisa gen

Anatomi Fisiologi


A.    Anatomi dan Fisiologi
Tulang Rib atau iga atau Os kosta jumlahnya 12 pasang (24 buah), kiri dan kanan, bagian depan berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan. Bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas vertebra torakalis dengan perantaraan persendian. Perhubungan ini memungkinkan tulang-tulang iga dapat bergerak kembang kempis menurut irama pernapasan.
Tulang iga dibagi tiga macam:
a.    Iga sejati (os kosta vera), banyaknya tujuh pasang, berhubungan langsung dengan tulang dada dengan perantaraan persendian.
b.    Tulang iga tak sejati (os kosta spuria), banyaknya tiga pasang, berhubungan dengan tulang dada dengan perantara tulang rawan dari tulang iga sejati ke- 7.
c.    Tulang iga melayang (os kosta fluitantes), banyaknya dua pasang, tidak mempunyai hubungan dengan tulang dada.
Berfungsi dalam sistem pernapasan, untuk melindungi organ paru-paru serta membantu menggerakkan otot diafragma didalam proses inhalasi saat bernapas.
Setelah tulang iga terdapat lapisan otot Musculus pectoralis mayor dan minor merupakan muskulus utama dinding anterior thorax. Muskulus latisimus dorsi, trapezius, rhomboideus, dan muskulus gelang bahu lainnya membentuk lapisan muskulus posterior dinding posterior thorax. Tepi bawah muskulus pectoralis mayor membentuk lipatan/plika aksilaris posterior.
 Setelah lapisan otot. Rongga dada berisi organ vital paru dan jantung, pernafasan berlangsung dengan bantuan gerak dinding dada. Inspirasi terjadi karena kontraksi otot pernafasan yaitu muskulus interkostalis dan diafragma, yang menyebabkan rongga dada membesar sehingga udara akan terhisap melalui trakea dan bronkus.
Paru-paru dilapisi oleh Pleura. Lapisan ini adalah membran aktif yang disertai dengan pembuluh darah dan limfatik. Disana terdapat pergerakan cairan, fagositosis debris, menambal kebocoran udara dan kapiler. Pleura visceralis menutupi paru dan sifatnya sensitif, pleura ini berlanjut sampai ke hilus dan mediastinum bersama – sama dengan pleura parietalis, yang melapisi dinding dalam thorax dan diafragma. Pleura sedikit melebihi tepi paru pada setiap arah dan sepenuhnya terisi dengan ekspansi paru – paru normal, hanya ruang potensial yang ada.
Rongga toraks dibentuk oleh suatu kerangka dada berbentuk cungkup yang tersusun dari tulang otot yang kokoh dan kuat, namun dengan konstruksi yang lentur dan dengan dasar suatu lembar jaringan ikat yang sangat kuat yang disebut Diaphragma. Diafragma bagian muskular perifer berasal dari bagian bawah iga keenam kartilago kosta, dari vertebra lumbalis, dan dari lengkung lumbokostal, bagian muskuler melengkung membentuk tendo sentral. Nervus frenikus mempersarafi motorik dari interkostal bawah mempersarafi sensorik. Diafragma yang naik setinggi putting susu, turut berperan dalam ventilasi paru – paru selama respirasi biasa / tenang sekitar 75%.

A.    Pengertian
Trauma dada adalah abnormalitas rangka dada yang disebabkan oleh benturan pada dinding dada yang mengenai tulang rangka dada, pleura paru-paru, diafragma ataupun isi mediastinal baik oleh benda tajam maupun tumpul yang dapat menyebabkan gangguan sistem pernafasan. (Azzilzah, 2010)
Fraktur  iga yaitu retak atau rusaknya struktur tulang iga. Fraktur pada iga (costae) merupakan kelainan tersering yang diakibatkan trauma tumpul pada dinding dada(Smeltzer dan Bare, 2001)
A.    Etiologi 
Penyebab tersering, biasanya akibat kecelakaan lalulintas, Trauma tumpul kecelakaan pada pejalan kaki, jatuh dari ketinggian, atau jatuh pada dasar yang keras atau akibat perkelahian.

B.      Manifestasi klinis
Manifestasi klinis cedera dinding dada ini tergantung dari akibatnya terhadap fungsi respirasi dan kardiovaskuler; fraktur tulang iga sederhana yang dialami oleh penderita trauma toraks dengan penurunan faal paru mungkin akan mengakibatkan gangguan fungsi respirasi dan kardiovaskuler yang cukup berat.
Nyeri tekan, crepitus dan deformitas dinding dada, adanya gerakan paradoksal, tanda–tanda insuffisiensi pernafasan : sianosis, tachypnea,  Kadang akan tampak ketakutan dan cemas, karena saat bernafas bertambah nyeri.

C.    Klasifikasi Fraktur Iga
Fraktur iga dan sternum sering merupakan akibat dari trauma tumpul toraks, dapat dijumpai mulai dari fraktur jenis sederhana (greenstick, simple, isolated) hingga fraktur iga jamak (multiple). Borrie, J membuat pembagian fraktur iga menjadi :
a.    Simple (isolated), merupakan fraktur iga tanpa kerusakan yang berarti dari jaringan lainnya.
b.    Compound, truma menembus kulit dan merobek pleura parietalis di bawahnya yang disertai fraktur iga.
c.    Complicated, fragmen dari fraktur iga menyebabkan cedera organ visera.
d.   Pahtologicneoplasma atau kista tulang iga sebagai penyebab dari fraktur iga.
e.    Flail chest adalah area thoraks yang “melayang” (flail) oleh sebab adanya fraktur iga multipel berturutan ≥ 3 iga , dan memiliki garis fraktur ≥ 2 (segmented) pada tiap iganya dapat tanpa atau dengan fraktur sternum.

D.    Patofisiologi
 Costae merupakan salah satu komponen pembentuk rongga dada yang berfungsi memberikan perlindungan terhadap organ di dalamnya dan yang lebih penting adalah mempertahankan fungsi ventilasi paru.  Fraktur costae dapat terjadi akibat trauma yang datangnya dari arah depan, samping, ataupun dari belakang. Walaupun kontruksi tulang iga sangat kokoh dan kuat namun tulang iga adalah tulang yang sangat dekat dengan kulit dan tidak banyak memiliki pelindung. Apabila terjadi trauma tajam dan trauma tumpul dengan kekuatan yang cukup besar saja yang mampu menimbulkan cedera pada alat / organ dalam yang vital yang ada di dalamnya. Cedera pada organ tersebut tergantung pada bagian tulang iga yang mana yang mengalami fraktur. Cedera pada tiga iga pertama jarang terjadi karena ditunjang pula oleh tulang-tulang dari bahu seperti skapula, kalvikula, humerus dan seluruh otot. Namun dapat mengakibatkan kematian yang tinggi karena fraktur tersebut berkaitan dengan laserasi arteri atau vena subkalvia. Cedera pada iga keempat hingga kesembilan merupakan tempat fraktur yang paling umum dapat terjadi kemungkinan cedera jantung dan paru. Dapat mengakibatkan kerusakan ventilasi paru, meningkatkan stimulasi saraf sehingga pasien akan mengalami nyeri yang sangat hebat, nyeri tekan, dan spasme otot di atas area fraktur, yang diperburuk dengan batuk, napas dalam, dan gerakan. Sehingga terjadi masalah keperawatan yaitu Nyeri akut.  Untuk mengurangi nyeri tersebut pasien melakukan kompensasi dengan bernapas dangkal sehingga masalah keperawatan yang akan timbul adalah Ketidakefektifan pola pernapasan  dan menghindari untuk menghela napas, napas dalam, batuk, dan bergerak. Keengganan untuk bergerak atau bernapas ini sangat mengakibatkan penurunan ventilasi dan juga dapat terjadi masalah keperawatan yaitu Inefektif bersihan jalan napas dan Gangguan mobilitas fisik, selanjutnya dapat terjadi kolaps alveoli yang tidak mendapatkan udara (atelektasis) sehingga terjadi hipoksemia bahkan dapat terjadi gagal napas. Apabila melukai otot jantung dapat mengakibatkan tamponade jantung dengan tertimbunnya darah dalam rongga perikardium yang akan mampu meredam aktivitas diastolik jantung.
 Sedangkan iga 10-12 agak jarang terjadi  fraktur, karena iga 10-12 ini bisa mobilisasi, apabila terjadi fraktur kemungkinan cedera organ intraabdomen seperti pada limpa dan hepar karena tergores oleh patahan tulang iga.
A.    Penatalaksanaan
Pada fase akut, pasien harus istirahat dan tidak melakukan aktivitas fisik sampai nyeri dirasakan hilang oleh pasien. Pemberian Oksigen membantu proses bernapas. Namun tidak dianjurkan dilakukan pembebatan karena dapat mengganggu mekanisme bernapas.
 Pengobatan yang diberikan analgesia untuk mengurangi nyeri dan membantu pengembangan dada: Morphine Sulfate. Hidrokodon atau kodein yang dikombinasi dengan aspirin atau asetaminofen setiap 4 jam. Blok nervus interkostalis dapat digunakan untuk mengatasi nyeri berat akibat fraktur costae - Bupivakain (Marcaine) 0,5% 2 sampai 5 ml, diinfiltrasikan di sekitar nervus interkostalis pada costa yang fraktur serta costa-costa di atas dan di bawah yang cederaTempat penyuntikan di bawah tepi bawah costa, antara tempat fraktur dan prosesus spinosus. Jangan sampai mengenai pembuluh darah interkostalis dan parenkim paru.
Tujuan pengobatan adalah untuk mengontrol nyeri dan untuk mendeteksi serta mengatasi cedera. Sedasi digunakan untuk menghilangkan nyeri dan memungkinkan napas dalam dan batuk. Harus hati-hati untuk menghindari oversedasi dan menekan dorongan bernapas. Strategi alternatif untuk menghilangkan nyeri termasuk penyekat saraf interkosta dan es di atas tempat fraktur, korset dada dapat menurunkan nyeri saat bergerak. Biasanya nyeri dapat diatasi dalam 5 sampai 7 hari dan rasa tidak nyaman dapat dikontrol dengan analgesia apidural, analgesia yang dikontrol pasien, atau analgesia non-opioid. Kebanyakan fraktur iga menyembuh dalam 3 sampai 6 minggu. Pasien dipantau dengan ketat terhadap tanda-tanda dan gejala yang berkaitan dengan cedera.
Setelah nyeri berkurang, lakukan latihan fisik dengan ahli fisioterapi pada keadaan fraktur yang tidak terlalu berat. Lakukan peghisapan mukus. Pada keadaan fraktur yang sangat buruk seperti  pada Flail Chest, kasus ini membutuhkan pembedahan traksi pada bagian dinding dada yang mengambang, bila keadaan penderita stabil dapat dilakukan stabilisasi dinding dada secara operatif.

B.     Pemeriksaan Diagnostik
a.       Pemeriksaan Darah Lengkap secara berkala seperti pemeriksaan Hb, Ht, Leuko, Trombosit, dan analisa gas darah.
b.      Rontgen Dada
c.       EKG
d.      Aortografi : Untuk memeriksa ada tidaknya ruptur aorta

C.    Komplikasi
a.       Atelektasis 
b.      Pneumonia
c.       Hematotoraks
d.      Pneumotoraks
e.       Cidera arteri intercostalis
f.       Pleura visceralis, paru maupun jantung 
g.      Laserasi jantung

D.    Prognosa
Fraktur iga pada anak dengan tanpa komplikasi memiliki prognosis baik karena tulang iga anak-anak yang masih lentur hanya menyebabkan ruptur saja dibutuhkan benturan yang cukup kuat untuk menyebabkan fraktur pada tulang iga anak. Sedangkan Fraktur iga pada orang dewasa, penyambungan tulang relatif lebih lama dan biasanya disertai komplikasi.

Jumat, 30 Desember 2011

What Makes You Beautiful

You're insecure
Don't know what for
You're turning heads when you walk through the door
Don't need make up
To cover up
Being the way that you are is enough

Everyone else in the room can see it

Everyone else but you

Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But when you smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
Oh Oh
You don't know you're beautiful

If only you saw what I can see

You'll understand why I want you so desperately
Right now I'm looking at you and I can't believe
You don't know
Oh oh
You don't know you're beautiful
Oh oh
But that's what makes you beautiful

So c-come on

You got it wrong
To prove I'm right I put it in a song
I don't know why
You're being shy
And turn away when I look into your eyes

Everyone else in the room can see it

Everyone else but you

Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But when you smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
Oh oh
You don't know you're beautiful

If only you saw what I can see
You'll understand why I want you so desperately
Right now I'm looking at you and I can't believe
You don't know
Oh oh
You don't know you're beautiful
Oh oh
But that's what makes you beautiful

Nana Nana Nana Nana
Nana Nana Nana Nana
Nana Nana Nana Nana

Baby you light up my world like nobody else

The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But when you smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
Oh Oh
You don't know you're beautiful

Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But when you smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
Oh oh
You don't know you're beautiful

If only you saw what I can see

You'll understand why I want you so desperately
Right now I'm looking at you and I can't believe
You don't know
Oh Oh
You don't know you're beautiful
Oh oh
You don't know you're beautiful
Oh oh
But that's what makes you beautiful


by: One Direction
1D

Minggu, 04 Desember 2011

BAGAIMANA CARA GOSOK GIGI DENGAN BAIK DAN BENAR ??? :)


BAGAIMANA CARA GOSOK GIGI DENGAN BAIK DAN BENAR ??? :) 

Cara menggosok gigi yang baik:

1. Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi.

2. Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45 derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.


3. Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi.


4. Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan celah-celah gigi. Rubah posisi sikat gigi sesering mungkin.


5. Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi.


6. Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar.


7. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri dan asam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah terkikis.


8. Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering sehingga dapat mongering setelah dipakai.


9. Jangan pernah meminjamkan sikat gigi Anda kepada orang lain karena sikat gigi mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat sudah dibersihkan.


10. Gunakan sikat gigi elektrik untuk si kecil agar lebih mudah digunakan. Sikat gigi jenis ini sebenarnya dapat membersihkan lebih baik daripada sikat gigi manual, namun sebaiknya konsultasikan terlebih dulu soal penggunaannya dengan dokter gigi Anda.